Sesungguhnya sepandai-pandainya orang adalah yang menyiapkan diri untuk perjalanan yang tak pernah henti. Ia mengambil bekal dari dunianya untuk kehausan yang tak tersegarkan. Atho’ bin Maisarah
Maka bercita-citalah kita. Sebab sejujurnya telah banyak yang terlewatkan dari hidup kita. Mungkin di antara kita sudah berumur, tertinggal sangat banyak kebaikan di usia muda. Tetapi sangat terlambat untuk menjadi dewasa secara religi. Mungkin di antar kita telah banyak bergelimang dosa. Tertinggal sangat banyak kesempatan mengubah diri.
Bercita-citalah kita. Sebagai seorang mukmin yang berjiwa pejuang. Dengan surga sebagai ujung pengharapan. Tetapi cita-cita itu ada jalan terapannya. Pengharapan itu ada pengorbanannya.Mungkin sangat lama dan melelahkan. Sebab perjuangan hidup ini selalu ada awalnya, tetapi tak pernah ada akhirnya. ia seperti kafilah panjang, bila di antara kita tak sudi mengikutinya, ada banyak orang lain yang setia bersamanya.
